Al Munawi juga menyebutkan bahwa menampakkan musibah bisa mencederai kesabaran sedangkan menyembunyikannya merupakan puncak kesabaran.
Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat (Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri selain memberi syafaat juga menjadi saksi bagi pelakunya atas amalan-amalan kebaikan yang dilakukan sehingga menyebabkan pelakunya naik derajat lebih tinggi. Ingin mendapat syafa’at? Mari perbanyak shalawat, khususnya di hari Jumat
Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,”Tidaklah dari seorang Muslim yang tertusuk duri hingga apa-apa yang lebih berat darinya, kecuali dicatat baginya derajat dan dihapus darinya dengan hal itu kesalahan (Riwayat Muslim).
Dari hadits ini, para ulama berkesimpulan bahwa segala musibah yang menimpa seorang Muslim, maka itu akan mendatangkan balasan berupa pahala dan pengampunan terhadap dosa.
Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Tidaklah dunia bagi akhirat kecuali seperti salah satu dari kalian berjalan menuju samudera lalu ia memasukkan jarinya padanya, maka apa yang menetes darinya adalah untuk dunia.” (Riwayat Al Hakim dan beliau menshahihkannya)
Manusia sendiri mengalami tiga fase kehidupan, kehidupan dunia dan kehidupan akhirat serta kehidupan di antara keduanya. Maka jika dibandingkan lama kehidupan dunia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dua kehidupan setelahnya yang bersifat kekal.
Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terlah bersabda:”Sesungguhnya aku benar-benar bercanda dan aku tidak mengatakan kecuali dengan perkataan yang haq” (At Thabarani, dengan sanad hasan menurut Al Hafidz Al Haitsami)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar