Rabu, 27 November 2013

Memaknai musibah dalam kehidupan kita


Semua orang dalam keadaan diuji terus, tapi semua itu adalah sementara. Semua akan berakhir di akhirat
Semua muslim harus  punya harapan, yaitu akhirat
Apapun yang dilakukan dan diterima dari alloh akan mendapat balasanya di akhirat
Sikap paling baik dalam menghadapi musibah.
Albaqoroh , 155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Harapan tidak sama dengan kenyataan. Alloh lebih tahu yang terbaik buat kita
Ketakutan orang islam itu banyak, missal takut miskin, orang yang sudah uzur boleh membuka aurat
Takut bagian dari ujian. Sholat cenderung buru2, karena syetan dan nafsu menakut2i kita.
Kekurangan rezeki  juga merupakan ujian.
Kematian orang2 terkasih juga ujian.
Cara alloh menaikan derajat umatnya dengan melalui ujian yang telah diturunkan
Kesabaran itu adalah kuncinya
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Janji Alloh dalam mengganti rejeki tidak mesti dalam bentuk uang, bisa dalam bentuk lain mis kesehatan, kebahagian dll
Pasti dibalik musibah pasti ada manfaatnya dikemudian hari

Tanda cinta alloh pada hambanya adalah dengan ujiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar